BNPB Catat 11.925 Rumah Rusak dan 40 Ribu Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,7 NTT
JAKARTA, iNewsBelu.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan usai gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Kerusakan infrastruktur pemukiman terparah terkonsentrasi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci bahwa dari total belasan ribu rumah terdampak, sebanyak 5.516 unit mengalami rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.
"Kerusakan tertinggi dicatatkan berada di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada," terang Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/8/2026).
Selain kerusakan bangunan, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 70 orang meninggal dunia. Sementara itu, data terkini dari Kementerian Kesehatan menunjukkan angka korban luka-luka menyentuh 1.182 orang. Wilayah Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 442 orang luka berat dan 513 orang luka ringan.
Terkait adanya selisih data korban luka antara BNPB dan Basarnas, Berton menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena perbedaan dasar penghitungan di lapangan. Basarnas berfokus pada evakuasi langsung, sementara data Kementerian Kesehatan mencakup akumulasi penanganan medis di seluruh fasilitas kesehatan.
Dampak psikologis dan trauma susulan juga memicu lonjakan jumlah warga yang memilih meninggalkan rumah. BNPB mencatat sebanyak 40.040 jiwa kini berada di lokasi pengungsian, baik yang terpusat di posko BPBD maupun mengungsi secara mandiri di berbagai kabupaten terdampak seperti Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, hingga Ende.
Editor : Stefanus Dile Payong