Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News! Ginjal Pecah dan Paru-Paru Bocor Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior di Nagekeo NTT
Advertisement . Scroll to see content

Oknum Prajurit TNI di Papua Kabur Bawa Senjata Serbu Mematikan, Pelurunya Standar NATO

Minggu, 19 Desember 2021 | 15:40 WIB
  • author Dile Payong
Oknum Prajurit TNI di Papua Kabur Bawa Senjata Serbu Mematikan, Pelurunya Standar NATO
Senjata laras panjang SS2-V1 buatan PT Pindad yang dibawa kabur oknum prajurit TNI dari Batalyon 756 Wimane Sili. Foto/Dok. PT Pindad

JAYAPURA, iNews.id  - Kesatuan Batalyon 756 Wimane Sili dibuat geger dengan kaburnya seorang oknum prajuritnya, Prada Yotam Bungiangge yang bertugas di Kompi Senapan (Kipan) C Senggi. Oknum prajurit TNI ini kabur membawa senjata serbu jenis SS2-V1.

Berdasarkan situs resmi PT Pindad, sebagai produsen senapan serbu SS2-V1, disebutkan senapan mematikan ini memiliki peluru kaliber standar NATO, yakni 5.56 mm. SS2-V1 merupakan varian pertama dari keluarga SS2 dengan panjang laras 460 mm.

Senjata ini disebut sangat efektif mengenai target hingga sejauh 400 meter. Salah satu fitur SS2 adalah charging handle yang akan tertarik ke belakang saat peluru telah habis, pengguna hanya perlu mengganti magazine, kemudian menekan tombol bolt-catch tanpa mengokang, dan senjata pun akan kembali siap untuk ditembakan.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Aqsha Erlangga membenarkan kaburnya Prada Yotam Bugiangge. 

"Saat ini sedang kita dalami dan dalam proses pencarian terhadap yang bersangkutan," tegasnya, Sabtu (18/12/2021) malam. Menurut Aqsa, Prada Yotam Bugiangge melarikan diri sejak Jumat (17/12/2021) sambil membawa satu pucuk senjata api laras panjang. Prada Yotam kabur usai menerima telepon dari seseorang, dan di kesatrian akan dilakukan pergantian jaga.

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, dilaporkan sudah ada tiga oknum prajurit TNI di Papua, yang melarikan diri dari kesatuan. Di mana dua orang sebelumnya dilaporkan bergabung dengan KKB di wilayah Pegunungan Tengah, Papua.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut